Kaltim

Trump Belum Putuskan Agresi Militer Lantaran Iran Kian Serius Negosiasi

Ahmad Munjin | 26 Juli 2026, 04:46 WIB
Trump Belum Putuskan Agresi Militer Lantaran Iran Kian Serius Negosiasi
Presiden AS Donald Trump saat menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan saat KTT ke-36 NATO di Ankara, Turkiye, pada Rabu (8/7/2026). ANTARA/Anadolu/Doğukan Keskinkılıç

AKURAT KALTIM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump belum memutuskan apakah akan melancarkan serangan militer besar-besaran terhadap Iran. Ini buntut negeri para Mullah yang menunjukkan komitmen terkuatnya sejauh ini dalam negosiasi dengan AS.

"Kami sedang berdiskusi dengan mereka saat ini. Saya rasa mereka semakin serius seiring berjalannya waktu, mungkin karena alasan yang jelas. Menurut saya, mereka serius. Menurut saya, mereka jauh lebih serius daripada yang pernah kita lihat sebelumnya, tetapi itu tidak berarti kami akan sampai ke sana. Kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi," kata Trump kepada para wartawan di Ruang Oval, Gedung Putih, Washington D.C., Jumat (24/7/2026).

Baca Juga: Balasan kepada AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain

Terkait keputusan untuk melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran, Trump menjawab belum mempertimbangkan hal itu.

"Kami bisa meningkatkan eskalasi ke tingkat yang jauh lebih tinggi jika kami mau, kami siap melakukannya. Kami sudah siap tempur dan siap bertindak. Ada dua cara. Menurut saya, itu cara yang lebih cerdas, tetapi yang lain mungkin cara yang lebih mudah," tambah Trump merujuk pada diplomasi dan aksi militer.

Baca Juga: Drone Iran Serang Dua Pangkalan Militer AS di Kuwait

Sementara itu, soal keterlibatan Utusan Khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner, menantu sekaligus penasihatnya, dalam pembicaraan dengan Iran, Trump mengatakan semua orang, termasuk Wakil Presiden J.D. Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio, turut terlibat.

"Ini masalah besar. Mereka (Iran) tidak boleh memiliki senjata nuklir. Terlepas dari apa yang dikatakan semua orang tentang pemilu, saya tidak terburu-buru. Kami harus melakukannya dengan benar," tambah Trump yang merujuk pada pemilu sela AS di musim gugur ini.

Baca Juga: Serangan Iran Tewaskan 2 Militer AS di Yordania

Para ahli strategi Partai Republik mengaku khawatir perang dengan Iran yang dinilai tidak populer itu akan membuat partainya kehilangan kursi di kedua majelis Kongres AS.

Trump sendiri tidak masuk dalam daftar calon pada pemilu sela November nanti. Namun, jika Partai Demokrat berhasil merebut satu atau kedua majelis Kongres, maka hal itu dapat mempersulit pemerintahan Trump dalam dua tahun terakhir masa jabatannya.

Baca Juga: Fasilitas Militer AS di Oman, Suriah, dan Yordania Hancur Digempur Iran

AS telah melancarkan serangkaian serangan di berbagai wilayah Iran sejak pekan lalu, sebagai respons atas apa yang diklaim sebagai serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.

Iran pun merespons dengan menyerang fasilitas dan pangkalan yang digunakan militer AS di sejumlah negara di kawasan.

Saling serang antara kedua negara terus berlanjut meskipun Amerika Serikat dan Iran telah menandatangani kerangka kesepakatan. Kesepakatan yang dimediasi Pakistan pada Juni lalu itu bertujuan mengakhiri perang sejak Februari lalu dan membuka jalan bagi perjanjian damai lebih permanen.

Sumber: Anadolu

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ahmad Munjin
A