Kaltim

Drone Iran Serang Dua Pangkalan Militer AS di Kuwait

Ahmad Munjin | 20 Juli 2026, 00:20 WIB
Drone Iran Serang Dua Pangkalan Militer AS di Kuwait
Ilustrasi - Serangan Iran ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. ANTARA/Anadolu

AKURAT KALTIM - Militer Iran mengeklaim telah melancarkan serangan drone berskala besar terhadap dua instalasi militer Amerika Serikat di Kuwait pada Minggu (19/7/2026).

Dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah Iran, IRIB, militer Iran menyatakan telah menyerang gudang amunisi di Camp Al Adiri, serta sistem rudal Patriot dan instalasi radar pertahanan udara di Pangkalan Udara Ali Al Salem.

Baca Juga: Serangan Iran Tewaskan 2 Militer AS di Yordania

Melalui pernyataan terpisah, Militer Kuwait menyatakan bahwa angkatan bersenjata negara itu sedang merespons ancaman rudal dan drone di tengah berlanjutnya serangan Iran dalam beberapa hari terakhir.

“Ledakan apa pun yang mungkin terdengar adalah hasil dari sistem pertahanan udara yang mencegat target musuh,” kata angkatan bersenjata melalui media sosial X.

Baca Juga: Fasilitas Militer AS di Oman, Suriah, dan Yordania Hancur Digempur Iran

Pihak militer juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi seluruh arahan keamanan yang dikeluarkan oleh otoritas Kuwait.

Selama hampir sepekan terakhir, Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah lokasi di Iran.

Sebagai balasan, Teheran menyerang fasilitas dan pangkalan yang diklaim digunakan oleh militer AS di beberapa negara di kawasan, termasuk Kuwait.

Baca Juga: AS Klaim Selesaikan Gelombang Serangan Baru terhadap Iran

Eskalasi antara Washington dan Teheran terjadi meskipun pada Juni lalu kedua pihak menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri konflik dan membuka jalan menuju perjanjian damai yang langgeng.

Sumber: Anadolu

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ahmad Munjin
A