Buntut Kapal Kargo Dilumpuhkan, AS Lancarkan Serangan Ketiga ke Iran

AKURAT KALTIM - Komando Pusat (Central Command/CENTCOM) AS menyatakan, pasukan Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (11/7/2026) telah melancarkan gelombang ketiga serangan terhadap Iran pekan ini. Itu buntut satu kapal kontainer berbendera Siprus diserang saat melintasi Selat Hormuz.
"Iran diberi kesempatan lagi untuk menunjukkan kepatuhan terhadap Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) setelah dimintai pertanggungjawaban atas serangan sebelumnya terhadap kapal-kapal komersial, tetapi sekali lagi gagal," kata komando tersebut dalam sebuah unggahan di platform media sosial X.
Baca Juga: Hormuz Kembali Ditutup, Iran-Oman Lanjutkan Dialog
"Sebagai respons, AS membuat Iran menanggung konsekuensi yang berat dengan terus melemahkan kemampuan Iran untuk menyerang pelaut sipil dan kapal dagang yang bebas melintasi selat tersebut," kata komando itu.
Ledakan mengguncang beberapa kota di Iran selatan, lapor Press TV Iran.
Sementara itu, Iran mengatakan bahwa Selat Hormuz ditutup setelah terjadi serangan kepada satu kapal yang berlayar melalui rute yang tidak disetujui, dan memperingatkan bahwa setiap tindakan balasan atas insiden tersebut akan ditanggapi dengan "respons keras."
Baca Juga: AS Terus Ingkar, Iran Bisa Anggap MoU Islamabad Batal
"Sebuah kapal yang membahayakan keamanan maritim dengan mematikan sistemnya telah diserang dan dihentikan," kata Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran dalam sebuah pernyataan.
Akibat insiden tersebut, selat itu akan tetap ditutup "hingga pemberitahuan lebih lanjut" dan "sampai berakhirnya campur tangan AS di kawasan ini," demikian bunyi pernyataan tersebut.
Operasi Perdagangan Maritim Inggris (United Kingdom Maritime Trade Operations/UKMTO) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa satu kapal kontainer terbakar dan mengalami kerusakan dalam insiden di lepas pantai Oman pada Sabtu malam waktu setempat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









