Kaltim

AS Terus Ingkar, Iran Bisa Anggap MoU Islamabad Batal

Ahmad Munjin | 11 Juli 2026, 12:52 WIB
AS Terus Ingkar, Iran Bisa Anggap MoU Islamabad Batal
Ilustrasi - Miniatur bendera Amerika Serikat dan Iran. ANTARA/AI

AKURAT KALTIM - Iran dapat mendorong Teheran untuk mempertimbangkan perjanjian alias Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad menjadi batal seiring pelanggaran berulang oleh Amerika Serikat.

Itu ditegaskan Duta Besar dan Perwakilan Tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Amir Saeid Iravani, Jumat (10/7/2026).

"Iran tetap berkomitmen untuk setia terhadap implementasi MoU tersebut, dengan syarat AS juga setia dan sepenuhnya mematuhi kewajibannya sendiri. Namun, jika AS terus melanggar kewajibannya dalam MoU tersebut, maka Iran tidak lagi terikat untuk memenuhi kewajibannya juga di MoU itu," kata Iravani kepada wartawan setelah pertemuan Dewan Keamanan PBB tentang Iran.

Baca Juga: Trump Nyatakan Kesepakatan Akhiri Perang dengan Iran 'Berakhir'

Diplomat Iran itu menyoroti soal dimulainya kembali permusuhan oleh AS dengan menilai hal itu sebagai bentuk pelanggaran besar terhadap Piagam PBB dan paragraf pertama dari MoU Islamabad, di mana AS berkomitmen menghentikan permusuhan dengan Iran dan menahan diri dari penggunaan kekuatan.

"AS memikul tanggung jawab internasional secara penuh atas semua konsekuensi hukum dan politik yang timbul dari tindakannya yang melanggar hukum," tegas Iravani.

Pada 18 Juni, AS dan Iran menandatangani dari jarak jauh nota kesepahaman terkait pengakhiran konflik bersenjata yang dimulai sejak 28 Februari lalu.

Baca Juga: Kapal-Kapal Komersial Selat Hormuz Ditembak Rudal IRGC

Namun, pada Rabu (8/7) dan Kamis (9/7), AS menyerang Iran dan Komando Pusat AS (CENTCOM) mengeklaim aksi tersebut dilakukan sebagai tanggapan atas pembatasan Iran terhadap lalu lintas di Selat Hormuz.

Pasukan Iran pun dilaporkan melakukan serangan balasan yang menargetkan pangkalan militer milik AS di Bahrain dan Kuwait. Iran juga menuduh Washington melanggar nota kesepahaman tentang penghentian permusuhan.

Sebelumnya, Jumat (10/7), Axios melaporkan akan ada putaran baru pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran diperkirakan pada pekan depan, yang kemungkinan dilakukan di Swiss.

Baca Juga: Kesepakatan AS-Iran Terbukti Diragukan oleh Dua Pertiga Warga AS

Presiden AS Donald Trump juga mengatakan pihaknya telah sepakat melanjutkan proses negosiasi dengan Iran, yang konon atas permintaan Teheran, tetapi menyatakan bahwa gencatan senjata telah berakhir.

Sumber: Sputnik

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ahmad Munjin
A