Kaltim

Iran Tuduh AS Dalang Serangan di Bandara Kuwait Demi Jual Senjata

Ahmad Munjin | 10 Juni 2026, 15:48 WIB
Iran Tuduh AS Dalang Serangan di Bandara Kuwait Demi Jual Senjata
Asap mengepul setelah serangan pesawat tak berawak Iran menghantam tangki bahan bakar di Bandara Internasional Kuwait di Kota Kuwait, Kuwait, pada Rabu (1/4/2026). ANTARA/Anadolu Agency

AKURAT KALTIM – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menuduh Amerika Serikat memprovokasi dengan meluncurkan serangan pesawat nirawak (drone) ke Bandara Internasional Kuwait. Itu dilakukan demi menjual sistem pertahanan udara anti-drone miliknya ke negara tersebut.

Sebelumnya, Rabu (3/6), Juru Bicara Kementerian Pertahanan Kuwait Saud Al-Atwan menyatakan terminal penumpang Bandara Internasional Kuwait mengalami kerusakan parah akibat serangan drone.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Kuwait Abdullah Al-Sanad menyebutkan lebih dari 60 orang terluka dalam insiden tersebut, termasuk penumpang dan staf bandara.

Baca Juga: Dalam 2 Pekan ke Depan, AS Bakal Klaim ‘Kemenangan Total’ Atas Iran

"Kepingan-kepingan teka teki ini mulai terungkap dengan sangat cepat. Mereka melakukan operasi pengelabuan (false-flag) dengan mengerahkan drone tiruan Lucas untuk menyerang Bandara Kuwait, menciptakan alasan sempurna untuk memasarkan sistem pertahanan udara anti-drone buatan Powerus dengan dalih melindungi diri dari serangan Iran. Sangat menguntungkan!" ujar Baqaei melalui unggahan di media sosial X pada Selasa (9/6).

Sementara itu, Juru Bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Hossein Mohebbi sebelumnya menyatakan bahwa kehancuran di Bandara Internasional Kuwait merupakan akibat dari kesalahan operasional pada sistem pertahanan udara Patriot.

Baca Juga: Trump Pede Israel Tak Akan Perparah Konflik dengan Iran

Mohebbi menegaskan militer Iran tidak menembakkan rudal apa pun ke arah terminal bandara tersebut.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ahmad Munjin
A