Kaltim

Coba Kuasai Selat Hormuz, AS Ancam ‘Ledakkan’ Oman

Ahmad Munjin | 28 Mei 2026, 11:12 WIB
Coba Kuasai Selat Hormuz, AS Ancam ‘Ledakkan’ Oman
Sultan Oman Haitham bin Tariq (kanan) bertemu Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi (kiri) untuk membahas perkembangan regional terkini dan visi Teheran tentang isu-isu regional di Istana Al Baraka, Muscat, Oman, pada 26 April 2026. ANTARA/Anadolu

AKURAT KALTIM - Amerika Serikat (AS) memperingatkan Oman agar tidak berusaha menguasai Selat Hormuz. Jika melakukannya, negara itu dapat "diledakkan" oleh AS.

"Oman akan berperilaku seperti negara lain atau kami harus meledakkan mereka. Mereka mengerti itu. Mereka akan baik-baik saja," kata Presiden AS Donald Trump, Rabu (27/5/2026) ketika ditanya apakah ia akan menerima kesepakatan jangka pendek yang memungkinkan Iran dan Oman untuk mengendalikan jalur pelayaran vital tersebut.

Baca Juga: Pakistan Pede AS-Iran Capai Kesepakatan Damai Pekan Ini

Sejak 13 April, Angkatan Laut AS mulai memblokade semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran di kedua sisi Selat Hormuz.

Washington menegaskan bahwa kapal non-Iran bebas berlayar melalui jalur air tersebut selama mereka tidak membayar bea masuk kepada Teheran.

Sementara itu, otoritas Iran belum mengumumkan pemberlakuan bea masuk, tetapi telah membahas rencana tersebut.

Baca Juga: Demi Jalur Diplomasi, Trump Tunda Serangan Baru ke Iran

Pada awal Mei, Trump mengumumkan Project Freedom untuk membantu kapal-kapal yang terblokir di Selat Hormuz dan mereka berusaha untuk keluar dari perairan tersebut.

Namun, satu hari setelah peluncuran program itu, presiden menghentikan operasi tersebut untuk melihat apakah kesepakatan dengan Iran dapat dicapai.

Pada Selasa, CENTCOM membantah laporan bahwa mereka telah melanjutkan pengawalan kapal yang berlayar melalui jalur perairan tersebut.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ahmad Munjin
A