Kaltim

Menlu AS Rubio Sebut Ada Sedikit Kemajuan Soal Iran dan Hormuz

Ahmad Munjin | 22 Mei 2026, 20:54 WIB
Menlu AS Rubio Sebut Ada Sedikit Kemajuan Soal Iran dan Hormuz
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio (kanan) dan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Washington D.C., Amerika Serikat, Rabu (8/4/2026). ANTARA/Anadolu/Ajansi/Celal Güneş

AKURAT KALTIM - Terkait situasi di Iran dan Selat Hormuz dinyatakan hanya ada sedikit kemajuan. Pernyataan itu datang dari Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat Marco Rubio pada Jumat (22/5/2026).

"Ada sedikit kemajuan. Saya tidak ingin melebih-lebihkan, tetapi ada sedikit pergerakan dan itu hal yang baik," kata Rubio kepada wartawan menjelang pertemuan setingkat menlu anggota NATO bersama Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO Mark Rutte.

Rubio mengatakan prinsip utama AS tetap tidak berubah, yakni Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

Baca Juga: Aktivis Gaza Diperlakuan Buruk, Inggris Panggil Perwakilan Israel

Dia menyebut Washington masih menunggu hasil pembahasan yang masih berlangsung terkait Iran, sambil menegaskan bahwa isu pengayaan uranium dan cadangan uranium dengan pengayaan tinggi milik Teheran harus diselesaikan.

Rubio juga menuding Iran berupaya membentuk "sistem pungutan" di Selat Hormuz dan mencoba mengajak Oman untuk bergabung dalam inisiatif tersebut.

"Tidak ada negara di dunia yang seharusnya menerima hal itu," kata Rubio, seraya menyebut gagasan tersebut tidak dapat diterima.

Baca Juga: Amankan Selat Hormuz, Iran Gandeng Badan Internasional

Dia pun memperingatkan jika hal itu terjadi di Selat Hormuz, maka situasi serupa dapat terjadi di wilayah strategis lain di dunia.

Rubio mengatakan Amerika sedang bekerja melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), terkait resolusi yang disponsori Bahrain, mengenai isu tersebut dan mengaku mendapat dukungan internasional luas.

"Mari kita lihat apakah PBB masih berfungsi," katanya sambil mengkritik anggota Dewan Keamanan PBB yang disebut mempertimbangkan veto terhadap resolusi itu.

Baca Juga: Rusia dan China Serukan Perundingan kepada Negara Berkonflik di Timur Tengah

Sementara itu, Sekjen NATO Rutte mengatakan pertemuan setingkat menlu itu akan membahas belanja pertahanan, masalah Ukraina, dan kebebasan navigasi di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai Iran dan Selat Hormuz.

"Saya mendengar dari banyak kolega bahwa tidak dapat diterima jika kebebasan navigasi diinjak-injak seperti yang terjadi saat ini," kata Rutte.

Sumber: Anadolu

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ahmad Munjin
A