Kaltim

Rusia dan China Serukan Perundingan kepada Negara Berkonflik di Timur Tengah

Ahmad Munjin | 20 Mei 2026, 19:44 WIB
Rusia dan China Serukan Perundingan kepada Negara Berkonflik di Timur Tengah
Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan bilateral di Beijing, Rabu (20/5/2026). ANTARA/Kementerian Luar Negeri China

AKURAT KALTIM – Para pihak yang bertikai di Timur Tengah didesak oleh Rusia dan China untuk bernegosiasi. Itu menurut pernyataan bersama setelah pembicaraan di Beijing pada Rabu (20/5/2026).

"Para pihak sepakat serangan militer AS dan Israel terhadap Iran melanggar hukum internasional dan norma-norma dasar hubungan internasional, serta secara serius merusak stabilitas di Timur Tengah," demikian bunyi deklarasi tersebut.

Dokumen tersebut juga menyebutkan Rusia dan China menekankan perlunya pihak-pihak yang terlibat dalam konflik untuk kembali berdialog dan bernegosiasi sesegera mungkin guna mencegah perluasan zona konflik.

Baca Juga: Seluruh WNI Peserta Flotilla Gaza Terkonfirmasi Diculik Israel

Selain itu, Rusia dan China juga mendukung gencatan senjata yang berkelanjutan di Jalur Gaza.

Sementara itu, pernyataan bersama kedua negara tersebut juga berisi soal penguatan lebih lanjut kemitraan komprehensif dan kerja sama strategis dalam memperdalam hubungan bertetangga baik, persahabatan, dan kerja sama bilateral.

Rusia dan China juga menegaskan keberlanjutan perjanjian itu dan akan terus mematuhi dokumen tersebut secara ketat. Prinsip-prinsip yang tercantum dalam perjanjian, masih menurut pernyataan itu, telah diuji oleh waktu dan tetap relevan dengan kondisi saat ini.

Baca Juga: Dewan Pers Desak Pemerintah Bebaskan Jurnalis RI yang Ditangkap Israel

Hubungan Rusia dan China tidak berbasis blok maupun konfrontatif, serta tidak menentang terhadap negara ketiga.

Disebutkan pula bahwa hubungan kedua negara itu dikembangkan berdasarkan penghormatan terhadap hak cipta dan prinsip yang tidak mencampuradukkan urusan dalam negeri masing-masing.

Pernyataan bersama itu menambahkan hubungan bilateral Rusia dan China telah mencapai tingkat tertinggi dalam sejarah dan akan terus berkembang secara stabil.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ahmad Munjin
A