Kemarau Panjang Tahun Ini Paksa Penajam Pelototin Kondisi Wilayah Antisipasi Bencana

AKURAT KALTIM – Prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa musim kemarau pada tahun ini lebih kering dan panjang.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur merespons dengan intensif memantau kondisi wilayah guna mengantisipasi bencana.
Baca Juga: Pagar Betis Jadi Strategi Antisipasi Karhutla di Lingkar IKN
"Pemantauan intensif terhadap perkembangan kondisi di lapangan terus dilakukan," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara Nurlaila ketika ditanya mengenai penanganan bencana di Penajam, Senin (4/5/2026).
BMKG memprakirakan musim kemarau pada tahun ini lebih kering dan panjang, sehingga langkah teknis tengah disiapkan sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara.
Baca Juga: Darurat Karhutla di Kalimantan Timur: BMKG Deteksi 95 Titik Panas, Masyarakat Diminta Waspada
"Langkah-langkah disiapkan dalam menentukan kebijakan, termasuk kemungkinan penetapan status darurat," katanya menjelaskan.
"Pantauan untuk melihat eskalasi situasi jika terjadi peningkatan signifikan akan ada rekomendasi langkah lanjutan,” tambahnya.
Kabupaten Penajam Paser Utara juga memperkuat koordinasi lintas wilayah dan menyiapkan strategi mitigasi menghadapi potensi kemarau panjang.
Baca Juga: Waspada Kebakaran Saat Kemarau, Otorita IKN Siapkan Mitigasi Karhutla
Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama penggunaan air, serta menghindari aktivitas berpotensi memicu kebakaran.
Pemerintah kabupaten meningkatkan kesiapsiagaan, baik personel maupun peralatan pendukung, kata dia, untuk mengantisipasi terjadinya bencana kebakaran dan kekeringan akibat kemarau lebih kering dan panjang.
Tim pemadam kebakaran, tim pencari dan penyelamatan atau SAR, tim penyelamat, serta peralatan pendukung disiagakan siap digerakkan sewaktu-waktu selama 24 jam, demikian Nurlaila.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









