Kaltim

Ruang Keputusan Sempit, Iran Beri Pilihan Simalakama bagi AS

Ahmad Munjin | 3 Mei 2026, 20:37 WIB
Ruang Keputusan Sempit, Iran Beri Pilihan Simalakama bagi AS
Arsip - Mayjen Hossein Salami saat mengunjungi situs rudal bawah tanah Garda Revolusi Iran di lokasi yang dirahasiakan di Teluk pada Jumat (8/1/2021). Antara Foto/Reuters/IRGC

AKURAT KALTIM – Di tengah ruang keputusan negosiasi yang semakin sempit, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) memberikan pilihan simalakama bagi Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yakni harus memilih antara perang yang mustahil atau kesepakatan yang merugikan paman sam.

Dalam sebuah unggahan di paltform media sosial milik AS, X, Minggu (3/5/2026), departemen intelijen IRGC mengatakan Teheran memberikan tenggat waktu kepada militer AS untuk mengakhiri blokade terhadap pelabuhan Iran.

Baca Juga: Kejenuhan Publik AS atas Perang Iran Jadi Beban Politik Donald Trump

Iran juga mengatakan Eropa, China, dan Rusia kini semakin kritis terhadap kebijakan Washington.

"Hanya ada satu cara untuk menafsirkan ini: Trump harus memilih antara operasi militer yang mustahil dilakukan atau kesepakatan buruk dengan Republik Islam Iran. Ruang untuk AS mengambil keputusan menjadi semakin sempit," menurut IRGC.

AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran sejak 28 Februari lalu hingga memicu balasan dari Iran terhadap Israel dan sekutu Amerika di Teluk, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.

Baca Juga: Mojtaba Khamenei: Masa Depan Negara-Negara Teluk Akan Bebas Kehadiran AS

Sejak 13 April, Amerika memberlakukan blokade angkatan laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di jalur air strategis tersebut.

Gencatan senjata selama dua pekan diumumkan pada 8 April melalui mediasi Pakistan dan diikuti pembicaraan langsung di Islamabad pada 11 April. Namun, tidak ada kesepakatan yang dicapai untuk gencatan senjata langgeng.

Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa menetapkan tenggat waktu baru sesuai permintaan dari Pakistan.

Sumber: Anadolu

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ahmad Munjin
A