Kaltim Pacu Luas Tanam Padi Agar Swasembada Berkelanjutan

AKURAT KALTIM - Guna mengamankan program swasembada pangan yang berkelanjutan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memacu luas tanam padi di seluruh wilayah kabupaten.
"Kami terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif dan memperluas area tanam melalui sinergi lintas sektor demi mengejar target kemandirian pangan," kata Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kaltim Fahmi Himawan di Samarinda, Kaltim, Senin (18/5/2026).
Pemerintah melakukan sinergi lintas sektor sebagai evaluasi menyeluruh terhadap capaian luas tambah tanam yang kini dijadikan indikator utama dalam mengukur peningkatan produksi tanaman pangan di daerah tersebut.
Baca Juga: Bupati Mahulu Pede Cetak Sawah 141 Hektare Kelar pada 2026
Berdasarkan data terbaru, upaya perluasan dan optimalisasi ini bertumpu pada luas baku lahan sawah di wilayah Kalimantan Timur yang saat ini tercatat mencapai 46.640 hektare.
Dari luasan tersebut, pemerintah mencatat sebanyak 29.744 hektare di antaranya merupakan lahan produktif yang terus digenjot produktivitasnya secara maksimal oleh kelompok tani.
Sementara itu, pemerintah daerah juga memprioritaskan penanganan terhadap 11.038 hektare lahan sawah yang saat ini masih tergolong non-produktif agar dapat segera difungsikan kembali sebagai areal pertanian aktif.
Baca Juga: Anggota DPRD Kaltim Prihatin Sawah di Kukar Banyak Terdampak Aktivitas Tambang
Di sisi lain, pengawasan diperketat terhadap 5.717 hektare lahan yang telah mengalami alih fungsi guna menjamin keberlanjutan sektor pertanian dan mencegah penyusutan area tanam.
Kontribusi terbesar terhadap luasan sawah produktif di provinsi tersebut disumbangkan oleh Kabupaten Kutai Kartanegara, yang kemudian disusul oleh Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Paser.
Guna menyukseskan program percepatan ini, koordinasi intensif terus dilakukan bersama Direktur Irigasi Pertanian selaku Penanggung Jawab Swasembada Pangan Kalimantan Timur beserta elemen penyuluh pertanian kabupaten.
Baca Juga: Ekspor Beras 2.280 Ton ke Arab Saudi Dinilai Jadi Sinyal Keberlanjutan Swasembada Pangan
"Sinergi kuat lintas sektoral ini mampu menekan penyusutan area pertanian dengan berbagai inovasi agrikultur berbasis teknologi yang sangat adaptif terhadap perubahan iklim ekstrem," ungkap Fahmi.
Melalui komitmen yang terintegrasi ini, Provinsi Kalimantan Timur berharap adanya langsung pada peningkatan kesejahteraan para petani di daerah perdesaan. Sinergi lintas sektor tersebut bermuara pada percepatan perwujudan ketahanan dan kemandirian pangan wilayah Kaltim.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








