Bupati Mahulu Pede Cetak Sawah 141 Hektare Kelar pada 2026

AKURAT KALTIM – Proses cetak sawah seluas 141 hektare (ha) yang didukung TNI melalui Komando Distrik Militer (Kodim) 0912/Kutai Barat diyakini rampung pada 2026. Rasa pede itu datang dari Bupati Mahakam Ulu (Mahulu), Kaltim, Angela Idang Belawan.
"Program cetak sawah tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga menjadi momentum transformasi pola pikir dan peningkatan kapasitas masyarakat di sektor pertanian," ujar Angela di Mahulu, Kalimantan Timur, Senin (18/5/2026).
Baca Juga: Anggota DPRD Kaltim Prihatin Sawah di Kukar Banyak Terdampak Aktivitas Tambang
Hal ini, lanjutnya, karena secara historis, sebagian masyarakat Mahulu belum memiliki tradisi bertani padi sawah.
Selama ini masyarakat lebih dominan pada pertanian padi ladang dan perkebunan, sehingga bersawah tergolong hal baru.
Untuk itu, ia pun meyakini bahwa dengan pendampingan yang tepat, edukasi berkelanjutan, bantuan dari TNI, serta komitmen bersama, maka masyarakat akan mampu beradaptasi dan berkembang dalam pertanian sawah.
Baca Juga: Ekspor Beras 2.280 Ton ke Arab Saudi Dinilai Jadi Sinyal Keberlanjutan Swasembada Pangan
"Program ini menjadi peluang besar untuk mendorong kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, karena pertanian sawah bisa panen antara dua sampai tiga kali setahun," kata Angela.
Sebelumnya, pada Rabu (13/6/2026), Angela menghadiri penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Kontrak Konstruksi Cetak Sawah Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian di Depok, Jawa Barat.
Baca Juga: Biosaka : Harapan atau Ancaman? Terobosan Baru Pertanian Indonesia Menuju Ketahanan Pangan Nasional
Penandatanganan kontrak pencetakan sawah tersebut, katanya, menegaskan komitmen Pemkab Mahulu dalam mendukung program strategis nasional di sektor pertanian, sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional.
Ia menyebut penandatanganan MoU ini menjadi langkah awal penting dalam memastikan program cetak sawah dapat berjalan secara optimal.
"Kami menyadari bahwa tantangan cetak sawah tidaklah ringan, baik dari aspek geografis, infrastruktur, maupun kesiapan sumber daya manusia. Namun, dengan dukungan pemerintah pusat, sinergi lintas sektor, serta keterlibatan TNI, kami optimistis program ini dapat terlaksana dengan baik," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






