Kaltim

Kampung Pecinan Samarinda Diyakini Jadi Ikon Wisata Baru

Ahmad Munjin | 28 Juli 2026, 13:54 WIB
Kampung Pecinan Samarinda Diyakini Jadi Ikon Wisata Baru
Kegiatan telisir Pecinan "Harmoni Mahakam: Muara Lintas Budaya" yang diinisiasi oleh Kagama Samarinda bekerja sama dengan Pemerintah Kota Samarinda. Antara/Diskominfo

AKURAT KALTIM - Kawasan China Town alias kampung pecinan di Kota Samarinda diyakini dapat menjadi ikon baru wisata daerah tersebut. Keyakinan itu datang dari Pengurus Cabang Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Pengcab Kagama) Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Kagama Kota Samarinda mendukung pengembangan kawasan China Town atau kampung pecinan sebagai objek wisata baru di Samarinda.

Ketua Pengcab Kagama Samarinda, Raynold Tumbo Panggalo di Samarinda, Senin (27/7/2026) menjelaskan bahwa dukungan tersebut diwujudkan melalui aksi kolaborasi susur sejarah.

Baca Juga: Genjot Ekowisata, Kaltim Maksimalkan Daya Tarik Hiu Paus di Pulau Miang

Kegiatan ini mengeksplorasi kampung pecinan tertua di Kota Tepian yang membentang dari kawasan Pasar Pagi, Jalan Yos Sudarso, Jalan Mulawarman, hingga Jalan Niaga Timur. Kelenteng Thien Ie Kong menjadi titik pusat dari rute sejarah tersebut.

Raynold menjelaskan bahwa agenda susur sejarah ini dikemas menarik melalui perpaduan aktivitas fisik dan edukasi.

Rangkaian acara meliputi jalan santai, edukasi sejarah mengenai kontribusi komunitas Tionghoa, pengenalan arsitektur dan nilai budaya kawasan bersejarah, hingga pertunjukan barongsai.

Baca Juga: Produk Perhutanan Sosial Kaltim Tembus Pasar Modern hingga Mancanegara

"Kami mengenalkan kembali sejarah kota dengan berfokus pada destinasi-destinasi ikonik," ujar Raynold.

Ia mengharapkan inisiatif ini tidak hanya memperkuat kecintaan masyarakat terhadap sejarah lokal, tetapi juga mampu menginspirasi generasi muda di Kalimantan Timur untuk melanjutkan pendidikan tinggi ke Universitas Gadjah Mada (UGM).

Aksi nyata dalam pemajuan kebudayaan dan pariwisata daerah ini terlaksana, pada Minggu ( 26/07), berkat kolaborasi antara Kagama Samarinda, Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT) Kaltim, Pemerintah Kota Samarinda dan Bankaltimtara.

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Muhammad Faisal memuji langkah Kagama yang berhasil mengajak masyarakat luas untuk menengok kembali rekam jejak sejarah Kota Samarinda, khususnya andil besar komunitas Tionghoa dalam perkembangan kota.

"Semoga ini menjadi awal pembenahan kawasan China Town di Samarinda. Kawasan dari Citra Niaga ini memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya," ungkap Faisal.

Gayung bersambut, Pemerintah Kota Samarinda ternyata memiliki visi yang selaras. Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Kota Samarinda, Sucipto Wasis, mengungkapkan bahwa Pemkot Samarinda saat ini memang tengah gencar mendorong pengembangan koridor Pasar Pagi hingga Kelenteng Thien Le Kong.

Kawasan ini diproyeksikan menjelma sebagai China Town yang ikonik dan menjadi magnet wisata baru.

Menanggapi hal tersebut, Raynold Tumbo Panggalo menegaskan komitmen Kagama untuk selalu hadir dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Salah satu inovasi yang tengah digodok Kagama adalah menghadirkan pengalaman wisata berbasis cerita (storytelling-based tourism) di setiap destinasi wisata Samarinda.

Lewat konsep ini, wisatawan tidak sekadar berkunjung, tetapi juga dapat menyelami sejarah, keunikan arsitektur, dan nilai budaya yang melekat kuat di setiap sudut kawasan.

Kemeriahan acara susur sejarah ini ditutup dengan memukau di titik akhir. Pengunjung dan peserta disuguhi pertunjukan Barongsai dari Vihara Muladharma, yang menjadi simbol harmonisnya keberagaman budaya dalam sejarah panjang Kota Samarinda.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ahmad Munjin
A