Kaltim

Hentikan Perundingan, AS Pilih Cekik Ekonomi Iran

Ahmad Munjin | 19 Agustus 2026, 09:38 WIB
Hentikan Perundingan, AS Pilih Cekik Ekonomi Iran
Para demonstran dengan membawa plakat anti perang berunjuk rasa saat Hari Buruh di Los Angeles, California, Amerika Serikat, pada 1 Mei 2026. Xinhua/Qiu Chen.

AKURAT KALTIM - Alih-alih melanjutkan pendekatan sebelumnya berupa aksi militer, Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah memberi tahu sekutu-sekutu politiknya bahwa mereka mengubah strategi menjadi upaya untuk secara bertahap “mencekik” Iran secara ekonomi.

Demikian CNN melaporkan mengutip pejabat AS, Selasa (18/8/2026). Pada hari yang sama, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Washington tidak sedang melakukan pembicaraan dengan Teheran dan tidak berencana untuk mengadakan perundingan.

Baca Juga: Iran Masih Pikir-Pikir untuk Kembali Berunding dengan AS

Para pejabat Gedung Putih baru-baru ini memberi tahu sekutu-sekutu politik bahwa pemerintah AS mengubah strateginya, dari melancarkan serangan terhadap Iran secepat mungkin menjadi upaya untuk secara bertahap “mencekik” negara tersebut, CNN melaporkan.

Pejabat AS mengatakan paket sanksi baru terhadap Iran diperkirakan akan diberlakukan pekan ini, sementara blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan tetap dipertahankan.

Baca Juga: Tekan Iran, Trump Siap Deklarasi Hormuz sebagai Wilayah AS

Gedung Putih juga dilaporkan khawatir bahwa kesepakatan potensial antara Iran dan Oman mengenai pengaturan pelayaran melalui Selat Hormuz dapat memperkuat kendali Teheran atas jalur perairan strategis tersebut.

Sejumlah pejabat AS turut meyakini bahwa Oman telah mengambil posisi yang lebih pro-Iran dalam perundingan tersebut, alih-alih bertindak sebagai mediator yang netral.

Baca Juga: Siap-Siap! Musuh-Musuh Iran Bakal Dilarang Masuk Teluk

Adapun Trump sebelumnya mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak bermaksud memperpanjang nota kesepahaman dengan Iran, yang masa berlakunya berakhir pada Senin.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ahmad Munjin
A