Kaltim

Gelombang Panas Juni Tewaskan 9.000 Orang di Prancis

Ahmad Munjin | 4 Juli 2026, 09:33 WIB
Gelombang Panas Juni Tewaskan 9.000 Orang di Prancis
Para wisatawan berkunjung ke kota Paris, ibu kota Prancis, berusaha melindungi diri dari sinar matahari dengan menggunakan payung akibat gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa (25/6/2026). ANTARA/Anadolu Agency

AKURAT KALTIM - Data awal Institut Statistik dan Studi Ekonomi Nasional (INSEE) Prancis mencatat 2.025 kematian tambahan akibat gelombang panas hebat yang melanda negara itu pada akhir Juni 2026. Itu sebagaimana dilaporkan Stasiun Televisi BFM TV pada Jumat (3/7/2026).

Data itu juga menunjukkan hampir 9.000 kematian terjadi di Prancis yang tercatat secara digital antara 22 Juni dan 28 Juni 2026.

Peningkatan itu bertepatan dengan puncak gelombang panas besar yang mempengaruhi sebagian besar negara.

Menteri Kesehatan Prancis Stephanie Rist mengatakan jumlah tersebut masih bersifat sementara karena sertifikat kematian elektronik tidak mencakup semua kematian yang tercatat di Prancis.

Pihak berwenang memperingatkan bahwa data saat ini harus ditafsirkan dengan hati-hati dan mungkin meremehkan dampak besar akibat gelombang panas tersebut.

Sertifikat kematian elektronik mencakup sekitar 60 persen dari seluruh kematian di Prancis, meskipun cakupannya sangat bervariasi di berbagai wilayah, jelas pejabat terkait.

Prancis telah mengalami beberapa hari dengan suhu yang sangat tinggi, dan banyak wilayah mencatat suhu di atas 35 derajat Celsius.

Sumber: Anadolu

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ahmad Munjin
A