Kaltim

Kesepakan Nyaris Tercapai, Trump Harap Penundaan Serangan ke Iran Berujung Damai Permanen

Ahmad Munjin | 19 Mei 2026, 11:57 WIB
Kesepakan Nyaris Tercapai, Trump Harap Penundaan Serangan ke Iran Berujung Damai Permanen
Arsip - Presiden Donald Trump berbicara kepada pers di Gedung Putih Washington, Amerika Serikat, 1 Mei 2026. ANTARA/Celal Güneş/Anadolu

AKURAT KALTIM – Amerika Serikat (AS) menghentikan sementara serangan terhadap Iran. Presiden AS Donald Trump pun berharap itu dapat menjadi langkah menuju perdamaian permanen.

"Saya menundanya sementara, mudah-mudahan untuk selamanya, tetapi mungkin hanya sementara, karena kami melakukan pembicaraan penting dengan Iran," kata Trump kepada wartawan, Senin (18/5/2026).

Ia juga mengeklaim kesepakatan dengan Iran sudah dekat. Menurut dia, negara-negara Timur Tengah yang memintanya menunda serangan terhadap Iran juga meyakini bahwa kesepakatan akan segera tercapai.

Baca Juga: Kelola Selat Hormuz, Iran Bentuk Otoritas Baru

Sebelumnya, Trump mengatakan telah membatalkan serangan militer terhadap Iran yang dijadwalkan pada 19 Mei setelah adanya permintaan dari Qatar, Saudi Arabia, dan Uni Emirat Arab (UEA).

"Saya diminta oleh Arab Saudi, Qatar, UEA, dan beberapa negara lain untuk menundanya selama dua atau tiga hari karena mereka berpikir kesepakatan hampir tercapai," katanya.

Trump menegaskan permintaan tersebut muncul di tengah "negosiasi serius" yang diyakini para pemimpin Timur Tengah akan menghasilkan kesepakatan yang dapat diterima oleh AS.

Baca Juga: Inilah Lima Poin Proposal Perdamaian AS yang Diajukan kepada Iran

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap target-target di Iran yang menyebabkan kerusakan dan menewaskan warga sipil.

Perang sempat dihentikan pada 7 April setelah AS dan Iran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan.

Namun, perundingan di Islamabad selama masa gencatan senjata berakhir tanpa hasil, dan Trump kemudian memperpanjang penghentian permusuhan guna memberi Iran waktu untuk mengajukan "proposal terpadu."

Sumber: Sputnik/RIA Novosti​​​​​​

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ahmad Munjin
A