Kaltim

Kelola Selat Hormuz, Iran Bentuk Otoritas Baru

Ahmad Munjin | 19 Mei 2026, 11:10 WIB
Kelola Selat Hormuz, Iran Bentuk Otoritas Baru
Arsip - Sebuah kapal pengangkut barang terlihat di Selat Hormuz. ANTARA/Anadolu

AKURAT KALTIM - Bertugas mengelola Selat Hormuz, Iran mengumumkan pembentukan otoritas baru. Itu dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat terkait jalur pelayaran strategis itu.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran pada Senin (18/5/2026) menyatakan mereka akan memberikan "informasi terkini mengenai operasi di Selat Hormuz dan perkembangan terbaru" lewat platform X.

Baca Juga: Eropa Rundingkan Selat Hormuz dengan Garda Revolusi Iran

Namun, otoritas Iran belum menjelaskan struktur, kewenangan, maupun tanggung jawab lembaga baru tersebut.

Pada Sabtu, Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran Ebrahim Azizi mengatakan negaranya telah menyiapkan mekanisme pengaturan lalu lintas maritim melalui jalur tertentu di Selat Hormuz.

Ia menyebut Iran akan mengenakan biaya untuk "layanan khusus" yang diberikan melalui mekanisme tersebut.

Baca Juga: Selat Hormuz yang Harus Tetap Terbuka Jadi Kesepakatan Xi dan Trump

"Dalam proses ini, hanya kapal komersial dan pihak yang bekerja sama dengan Iran yang akan memperoleh manfaat," tulis Azizi di X.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, yang kemudian membalasnya dengan serangan terhadap Israel dan sekutu AS di kawasan Teluk, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi terpenting dunia yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan pasar internasional. Gangguan di perairan itu memicu kekhawatiran global terhadap pasokan minyak, bahan bakar, dan gas sejak eskalasi konflik terjadi di Iran.

Baca Juga: Dalih Amankan Selat Hormuz, Militer AS Luncurkan 'Project Freedom'

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan jangka panjang.

Sejak 13 April, AS telah memberlakukan blokade laut terhadap lalu lintas maritim Iran di kawasan selat tersebut.

Sumber: Anadolu

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ahmad Munjin
A