Kaltim

Melonjaknya Harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit di Kalimantan Timur: Momen Kenaikan dan Dampaknya bagi Petani

Ragil Anggriani | 16 November 2023, 15:14 WIB
Melonjaknya Harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit di Kalimantan Timur: Momen Kenaikan dan Dampaknya bagi Petani

Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Timur mengalami lonjakan signifikan pada periode 01-15 November 2023, menandai kenaikan beragam di setiap kelompok umur. Kenaikan paling mencolok terjadi pada kelompok umur 10 tahun, mencapai Rp 2.241,16 per kilogram.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kaltim, Ahmad Muzakkir, mengungkapkan bahwa kenaikan harga TBS pada periode ini dipicu oleh kenaikan harga jual Crude Palm Oil (CPO) dan Kernel dari perusahaan yang menjadi sumber data. "Kenaikan harga CPO mencapai Rp 10.706,82, sementara harga kernel (inti sawit) rata-rata tertimbang mencapai Rp 4.780,51 per kilogram dengan indeks K sebesar 86,91 persen," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (15/11).

Muzakkir juga memaparkan harga TBS periode sebelumnya, yakni pada 01-15 Oktober 2023, di mana harga TBS yang dipanen dari pohon berusia 3 tahun sebesar Rp 1.976,65 per kilogram. Sedangkan untuk pohon berusia 4 tahun, harga naik menjadi Rp 2.112,23 per kilogram, 5 tahun sebesar Rp 2.121,25 per kilogram, dan seterusnya hingga umur 9 tahun yang mencapai Rp 2.214,89 per kilogram.

Baca Juga: Menghadapi Tantangan Kesehatan, Peluang Usaha Produk Kebersihan Meroket di Tahun 2024

Harga-harga tersebut menjadi acuan bagi petani yang telah menjalin kemitraan dengan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit di Kaltim, terutama kebun plasma. Kolaborasi antara kelompok tani dan pabrik minyak sawit (PMS) diharapkan dapat menetapkan harga TBS yang sesuai dengan standar dan menghindari manipulasi harga oleh pihak tengkulak. Dengan demikian, diharapkan kerjasama ini dapat meningkatkan kesejahteraan kelompok tani kelapa sawit.

Kenaikan harga TBS kelapa sawit diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi petani yang bermitra dengan perusahaan pemilik pabrik, namun juga memicu perhatian terhadap keseimbangan harga dan kesejahteraan petani yang belum terkoneksi dengan kemitraan yang kuat. Pemantauan dan pengaturan harga secara adil menjadi kunci dalam memastikan kesejahteraan seluruh petani kelapa sawit di Kalimantan Timur.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.