AS Siap Lanjutkan Dialog dengan Iran Bikin Harga Minyak Turun

AKURAT KALTIM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan perundingan damai dengan Iran akan dilanjutkan. Ia juga membatalkan serangan militer yang direncanakan terhadap Iran. Akibatnya, harga minyak turun lebih dari 5 persen, Senin (3/8/2026).
Harga minyak mentah Brent, yang menjadi acuan internasional, turun menjadi sekitar 83,40 dolar AS per barel (sekitar Rp1,5 juta) pada Senin pukul 06.05 GMT (13.05 WIB).
Baca Juga: Bahas Selat Hormuz dengan Oman, Iran Bantah Berunding dengan AS
Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), yang menjadi acuan AS, juga turun 6 persen menjadi 79,60 dolar AS (sekitar Rp1,4 juta) per barel.
Harga minyak turun tajam seiring dengan meningkatnya harapan terhadap dimulainya lagi diplomasi untuk meredakan kekhawatiran akan gangguan lebih lanjut terhadap pasokan energi dari Timur Tengah.
Baca Juga: Iran Diserang Balik Setelah Tanker LNG Milik AS di Mesir Dihantam Drone
Trump mengatakan sejumlah sekutu utama AS di kawasan, termasuk Arab Saudi, telah mendesaknya untuk menunda serangan dan memprioritaskan perundingan.
Dia juga kembali menyerukan agar Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran minyak terpenting di dunia, segera dibuka kembali.
Sepanjang Juli, harga minyak Brent melonjak sekitar 25 persen setelah konflik terbaru antara AS dan Iran menggagalkan kesepakatan damai sementara dan memperburuk gangguan pasokan energi, mulai dari Selat Hormuz hingga Laut Merah.
Baca Juga: Gencatan Belum Terwujud, Inggris dan Prancis Ogah Patroli Selat Hormuz
Di satu sisi, konflik tersebut memicu kekhawatiran terhadap kelancaran pengiriman minyak mentah dan produk turunannya, sehingga mendorong kenaikan harga minyak selama beberapa pekan terakhir.
Di sisi lain, negara-negara anggota OPEC+ menyetujui peningkatan kuota produksi dalam jumlah terbatas sebagai bagian dari rencana pemulihan produksi, yang sebelumnya dipangkas pada 2023.
Kelompok itu juga membuka peluang untuk meningkatkan pasokan lebih lanjut setelah konflik di Timur Tengah berakhir, yang turut menambah tekanan terhadap harga minyak dunia.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








