Kaltim

Komisi VII DPR: IKN Pusat Pemerintahan Sekaligus Pemicu Ekonomi Baru

Ahmad Munjin | 11 Juli 2026, 13:14 WIB
Komisi VII DPR: IKN Pusat Pemerintahan Sekaligus Pemicu Ekonomi Baru
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati D Djojohadikusumo (tengah) saat kunjungan kerja ke IKN di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, Jumat (10/7/2026). ANTARA/Novi Abdi

AKURAT KALTIM - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berlokasi di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, diproyeksikan berfungsi sebagai pusat pemerintahan. Selain itu, IKN juga sebagai pemicu pertumbuhan ekonomi baru.

Pernyataan itu datang dari Komisi VII DPR RI. "Pembangunan IKN tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai pemantik pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan dan kawasan timur Indonesia," ujar Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati D Djojohadikusumo saat melakukan kunjungan ke IKN di Sepaku, Penajam Paser Utara, Jumat (10/6/2026).

Baca Juga: Biar Investor Kepincut IKN, Penajam Benahi Pelabuhan Benuo Taka

"Pembangunan ibu kota baru Indonesia diharapkan memberikan multiplier effect atau efek pengganda yang mendorong pemerataan pembangunan nasional," tambahnya.

IKN memiliki peran strategis dalam memperkuat sistem logistik nasional, dengan posisi ibu kota baru Indonesia tersebut berada di titik tengah Indonesia dapat menjadi pusat distribusi baru yang menurunkan biaya pengiriman barang ke wilayah timur.

Baca Juga: OIKN Gandeng Perguruan Tinggi Demi Bangun IKN Jadi Pusat Pertumbuhan

Karena itu sentra industri dan distribusi tidak lagi terpusat di Pulau Jawa, IKN dapat menjadi titik tengah yang membuat arus barang lebih seimbang, kata dia, biaya logistik di Indonesia masih menjadi tantangan besar bagi industri.

Ia mencontohkan biaya pengiriman dari Jawa ke Papua lebih tinggi dibandingkan pengiriman ke luar negeri seperti ke China, dan kondisi tersebut dinilai menghambat pertumbuhan ekonomi di kawasan timur yang bergantung pada pasokan barang dari Pulau Jawa.

Baca Juga: Incar Wisatawan Ekspatriat IKN, Bontang Tawarkan Proyek Vila Terapung

Pembangunan infrastruktur dasar di IKN, termasuk jaringan jalan dan konektivitas antardaerah, bakal mendukung efisiensi logistik, kemudian keberadaan jalur tol dan akses transportasi yang lebih pendek ke wilayah timur dapat menurunkan biaya distribusi secara signifikan.

IKN juga dirancang sebagai kota masa depan yang mengusung konsep kota pintar (smart city) dan kota hutan (forest city), membuat ibu kota baru Indonesia memungkinkan menjadi percontohan nasional dalam penggunaan teknologi terbarukan dan energi baru.

Baca Juga: Jakarta Ibu Kota RI Sampai Keppres IKN Diterbitkan, Kata Pakar Tata Negara

Pengembangan IKN juga memberikan dampak ekonomi bagi daerah sekitar, menurut dia, dengan meningkatnya akses dan aktivitas di kawasan itu, desa-desa di sekitar IKN berpotensi mengembangkan wisata lokal yang dapat menarik kunjungan wisatawan.

"Jika IKN menjadi pusat kegiatan, wisatawan yang datang bisa menjelajahi daerah sekitar, dan akan memberi insentif bagi desa wisata untuk berkembang,” jelasnya lagi,

Potensi wisata berbasis budaya dan lingkungan, termasuk desa adat dan kawasan konservasi orangutan, dapat menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara, demikian Rahayu Saraswati D Djojohadikusumo.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ahmad Munjin
A