Kaltim

Bank Genjot Pertumbuhan Kredit 9,46 Persen di Kaltim

Ahmad Munjin | 4 Juli 2026, 10:08 WIB
Bank Genjot Pertumbuhan Kredit 9,46 Persen di Kaltim
Kepala BI Kaltim Jajang Hermawan (kiri) bersama Deputi BI Kaltim Bayuadi Hardiyanto (ANTARA/ M Ghofar)

AKURAT KALTIM - Kuatnya dukungan sektor perbankan terhadap aktivitas perekonomian daerah tercermin pada penyaluran kredit di Kalimantan Timur (Kaltim) pada triwulan I 2026 yang tumbuh 9,46 persen. Ini mengalami peningkatan ketimbang triwulan sebelumnya yang tumbuh 3,39 persen.

"Pertumbuhan kredit perbankan di Kaltim ini berada di atas rata-rata nasional yang tumbuh 8,93 persen. Peningkatan kredit didorong oleh sektor pertambangan yang masih menjadi penggerak dalam struktur ekonomi Kaltim," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim Jajang Hermawan di Samarinda, Jumat (3/7/2026).

Baca Juga: Putar Ekonomi Lokal, Kutai Barat Gabungkan Agrowisata dengan KDMP

Menurut dia, meski aktivitas produksi dan ekspor komoditas tambang mengalami penyesuaian pada periode laporan, kebutuhan pembiayaan untuk mendukung operasional, investasi, serta pengelolaan modal kerja tetap terjaga, sehingga mendorong peningkatan penyaluran kredit pada sektor tersebut.

Dari sisi spasial, sebagian besar kabupaten dan kota di Kaltim mencatatkan pertumbuhan kredit yang positif. Penyaluran kredit masih terkonsentrasi di Kota Samarinda dan Balikpapan sebagai pusat kegiatan ekonomi dan bisnis daerah.

Kinerja intermediasi yang tetap kuat tersebut didukung oleh kondisi perbankan yang sehat, tercermin dari rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) yang tetap berada di bawah ambang batas 5 persen.

Baca Juga: Program Desa Cantik Penajam Perkuat Pembangunan Berbasis Data

"Rendahnya tingkat NPL ini menunjukkan bahwa kualitas kredit tetap terjaga, sejalan dengan penerapan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang baik oleh perbankan," katanya.

Berdasarkan jenis penggunaannya, penguatan kredit terutama didorong oleh pertumbuhan kredit modal kerja yang meningkat, yakni tumbuh 18,14 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya yang tercatat 3,02 persen.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) di Kaltim menunjukkan perbaikan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.

Baca Juga: Biar Investor Kepincut IKN, Penajam Benahi Pelabuhan Benuo Taka

Perkembangan ini memberikan dukungan likuiditas yang memadai bagi perbankan dalam menjalankan fungsi intermediasi, termasuk untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan dunia usaha maupun rumah tangga.

DPK pemerintah juga menunjukkan perbaikan, terutama pada komponen giro, sejalan dengan peningkatan aktivitas keuangan pemerintah daerah pada triwulan I 2026.

Di sisi lain, DPK syariah tetap mencatatkan pertumbuhan positif yang mencerminkan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan syariah.

"Perkembangan tersebut menjadi modal baik bagi penguatan intermediasi keuangan syariah, bahkan sebagai perluasan akses pembiayaan syariah di Kaltim pada periode mendatang," ucap Jajang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ahmad Munjin
A