Kaltim

Sanksi Sepihak AS terhadap Penerbangan Komersial Iran Ditolak China

Ahmad Munjin | 23 September 2026, 15:24 WIB
Sanksi Sepihak AS terhadap Penerbangan Komersial Iran Ditolak China
Ilustrasi - Calon penumpang di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (1/3/2026). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

 AKURAT KALTIM - Sanksi sepihak ilegal Amerika Serikat (AS) ditolak China. Itu terkait Paman Sam yang bersiap memberlakukan sanksi sekunder terhadap jaringan penerbangan komersial Iran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun mengatakan Beijing konsisten menolak sanksi sepihak yang tidak memiliki dasar dalam hukum internasional.

Baca Juga: AS Ogah Bantu Saudi untuk Serang Langsung Houthi

"China secara konsisten menentang sanksi sepihak ilegal yang tidak memiliki dasar dalam hukum internasional dan tidak mendapat kewenangan dari Dewan Keamanan PBB," kata Guo.

Pernyataan itu disampaikan Guo menanggapi langkah terbaru AS terhadap Iran.

Baca Juga: Jika Diserang Lagi, Iran Ancam Serang Semua Pangkalan AS

Beijing sebelumnya juga berulang kali menentang sanksi AS terhadap Iran serta praktik yang disebutnya sebagai yurisdiksi ekstrateritorial Washington.

Sebelumnya, Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Senin (21/9) mengatakan, operasi maskapai komersial Iran di seluruh dunia akan secara efektif dihentikan mulai Rabu melalui kampanye sanksi tersebut.

Baca Juga: Krisis Hormuz Dinilai WTO sebagai Gangguan Terbesar Perdagangan Global

"Pada 23 September, seluruh maskapai Iran akan dihentikan operasinya di seluruh dunia," kata Bessent kepada CNBC, Senin.

Bessent memperingatkan bandara dan perusahaan asing yang menyediakan bahan bakar, layanan pendaratan, atau penjualan tiket bagi pesawat Iran dapat kehilangan akses ke sistem perbankan AS dan kliring dolar AS.

Menurut Bessent, Washington juga telah membahas penegakan sanksi tersebut dengan China. Ia mengatakan otoritas keuangan China, termasuk Gubernur Bank Rakyat China Pan Gongsheng, "sangat terlibat dalam proses tersebut."

Baca Juga: Kesepakatan Iran-AS Disiapkan Qatar dan Mediator Timur Tengah

Bessent mengatakan Washington telah mengidentifikasi perantara keuangan yang membantu Iran menghindari pembatasan dan akan menargetkan mereka dalam kampanye tekanannya terhadap Teheran.

Langkah tersebut merupakan bagian dari Operasi Economic Fury yang dilancarkan Washington ketika perang Iran, yang dimulai setelah serangan gabungan AS-Israel pada akhir Februari, memasuki bulan ketujuh. 

Sumber: Anadolu

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ahmad Munjin
A