Buka Selat Hormuz, Iran Ajukan Tujuh Syarat Ini ke AS

AKURAT KALTIM - Untuk membuka Selat Hormuz, Pemerintah Iran menyampaikan tujuh syarat yang disampaikan dalam pesannya kepada Amerika Serikat (AS).
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Iran mengumumkan bahwa Teheran akan menggelar pertemuan di Oman, Senin (14/9/2026), yang melibatkan Irak dan negara-negara Teluk Persia untuk membahas jalur aman bagi pelayaran komersial di Selat Hormuz.
Baca Juga: Perkuat Ketahanan Iran, Pezeshkian Tak Dukung Perang dengan AS Berlanjut
"Selat Hormuz akan tetap ditutup sampai tujuh syarat yang telah disetujui pejabat tinggi Iran tersebut dipenuhi," kata sumber yang mengetahui masalah itu kepada kantor berita Tasnim.
Seperti dilaporkan kantor berita Iran itu sebelumnya, kesepakatan yang dicapai Iran dan Oman terkait Selat Hormuz tidak mencakup pembukaan jalur perairan tersebut.
Baca Juga: Pemilu Paruh Waktu Paksa AS Tak Serang Iran Secara Penuh
Berdasarkan kesepakatan itu, kedua pihak telah mengoordinasikan rute utama keluar-masuk Selat Hormuz.
Pada 28 Februari, AS dan Israel menyerang sejumlah sasaran di Iran, sehingga memicu serangan balasan dari pihak Iran.
Pada pertengahan Juni, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan, tetapi kedua pihak kemudian kembali saling serang. Hingga kini, konflik tersebut belum terselesaikan.
Baca Juga: Kesepakatan Iran-AS Disiapkan Qatar dan Mediator Timur Tengah
Akibat eskalasi konflik tersebut, pelayaran melalui Selat Hormuz nyaris terhenti. Selat tersebut merupakan jalur pasokan utama minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair ke pasar global.
Akibatnya, harga bahan bakar meningkat di sebagian besar negara di dunia.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









