Kaltim

Pencarian Kapal Pembawa Jurnalis Peliput Erupsi Anak Krakatau Diperluas

Ahmad Munjin | 9 September 2026, 10:52 WIB
Pencarian Kapal Pembawa Jurnalis Peliput Erupsi Anak Krakatau Diperluas
Petugas dari SAR melakukan persiapan untuk operasi pencarian dan pertolongan pada Senin (8/9/2026). ANTARA/Basarnas Banten

AKURAT KALTIM - Perahu cepat (speedboat) yang mengangkut rombongan jurnalis hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Tim SAR gabungan dari Basarnas dan TNI/Polri pun kembali melakukan proses pencarian serta penyelamatan.

Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Banten Riski Dwiyanto di Pandeglang, Rabu (9/9/2026), mengatakan bahwa dalam operasi kemanusiaan pada hari kedua ini Basarnas Banten mengerahkan kekuatan penuh dari tim gabungan.

Baca Juga: Imbas Erupsi Anak Krakatau, Bandara Samarinda Operasikan Lagi Penerbangan Rute Jakarta

"Area pencarian kita perluas, karena hasil dari SAR Map mengarah ke barat daya dari Pulau Gunung Anak Krakatau. Jika dijumlahkan secara keseluruhan, total luas area pencarian mencapai kurang lebih 271 nautical mile," katanya.

Komunikasi terakhir mencatat korban sempat mengirimkan lokasi terkini share kepada rekan jurnalis di Lampung pada pukul 14.42 WIB, sebelum akhirnya hilang kontak pada pukul 15.04 WIB di titik koordinat duga 6°14'40.52"S 105°40'49.48"T.

Baca Juga: Penumpang Dipastikan Dapat 'Refund' 100 Persen untuk Pembatalan Penerbangan Akibat Erupsi Anak Krakatau

Sementara Basarnas mencatat terdapat sedikitnya tujuh orang yang dalam pencarian (DP), di antaranya pewarta foto LKBN ANTARA, M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), Donal (pewarta lepas/freelance), serta dua orang lainnya yang masih dalam proses pendataan.

Riski mengungkapkan saat ini pihaknya akan fokus melakukan perluasan pencarian berdasarkan analisis data digital, dimana dalam operasi ini dikerahkan total enam unit kapal yang dibagi ke dalam lima Search and Rescue Unit (SRU) dengan peran strategis masing-masing.

"Pertama kita menggunakan KN SAR Tual K dengan area pencarian seluas 68,3 nautical mile. Kemudian, ada kapal KAL Anyer milik Lanal Banten dengan jangkauan 69,5 nautical mile," tuturnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ahmad Munjin
A