Kaltim

Perang Ekonomi dengan AS, Iran Siapkan Zona Larangan Maritim di Teluk Persia

Ahmad Munjin | 8 September 2026, 16:08 WIB
Perang Ekonomi dengan AS, Iran Siapkan Zona Larangan Maritim di Teluk Persia
Ilustrasi - Peta negara-negara Teluk Persia. (Dok. Wikiwisata)

AKURAT KALTIM - Jika Amerika Serikat (AS) melanjutkan "perang ekonomi" terhadap Iran, maka Teheran dapat memicu pembentukan zona larangan maritim di seluruh Teluk Persia. Peringatan itu datang dari pejabat senior keamanan Iran pada Selasa (8/9/2026).

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei mengatakan Washington telah menerima peringatan jelas dari Iran dalam beberapa hari terakhir melalui rudal-rudal baru yang dimiliki Teheran.

Baca Juga: Blokade Ekonomi Dinilai Lebih Merugikan AS daripada Iran

"Perang ekonomi akan dibalas dengan zona larangan maritim di seluruh Teluk Persia hingga ke perimeter blokade," kata Rezaei dalam unggahan di platform media sosial AS, X.

Ia menambahkan bahwa Teheran telah "secara mendasar mengkalibrasi ulang" sikap operasionalnya terhadap kapal perang dan pangkalan militer AS.

Baca Juga: Kapal Induk dan Kapal Perusak AS Jadi Korban Rudal Balistik IRGC

Ketegangan kawasan meningkat sejak serangan AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari. Teheran merespons dengan serangan rudal dan drone terhadap Israel serta kepentingan AS di berbagai wilayah kawasan.

Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman pada Juni yang dimediasi Pakistan dan Qatar. Nota tersebut memuat langkah menuju penghentian permusuhan, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta penyelesaian pembatasan ekonomi.

Baca Juga: Pengganti Selat Hormuz, Trump Dukung Jalur Suriah untuk Angkut Minyak dan Barang

Sejak itu, kedua pihak saling menuduh gagal menjalankan komitmen dalam nota tersebut. Ketegangan militer juga terus berlanjut di tengah perselisihan mengenai sanksi dan pelayaran melalui Selat Hormuz.

Sumber: Anadolu

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ahmad Munjin
A