Kaltim

Blokade Ekonomi Dinilai Lebih Merugikan AS daripada Iran

Ahmad Munjin | 7 September 2026, 13:23 WIB
Blokade Ekonomi Dinilai Lebih Merugikan AS daripada Iran
Arsip Foto - Bendera Iran terlihat di markas besar PBB di New York, AS, Rabu (8/1/2020). ANTARA/Xinhua/Li Muzi

AKURAT KALTIM - Blokade ekonomi dan maritim Amerika Serikat terhadap Iran dinilai dapat menimbulkan biaya beberapa kali lebih besar bagi Washington dibandingkan dampak yang ditimbulkan terhadap Teheran.

Penilaian itu datang dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). “Jika AS ingin menimbulkan kerugian ekonomi sebesar satu dolar terhadap Iran, mereka mungkin harus menanggung biaya dan kerugian beberapa dolar,” kata juru bicara IRGC Brigadir Jenderal Hossein Mohibi kepada kantor berita Mehr pada Minggu (6/9/2026).

Baca Juga: Kapal Induk dan Kapal Perusak AS Jadi Korban Rudal Balistik IRGC

Mohibi mengatakan Iran tidak akan menyerah terhadap sanksi dan tekanan. Ia juga mengklaim Presiden AS Donald Trump sebelumnya meyakini Washington dapat memaksa Iran mundur dengan mengandalkan kekuatan militer, armada laut, dan kapal induknya. Namun, menurutnya, perkembangan terbaru menunjukkan perhitungan tersebut keliru.

Dia berpendapat bahwa AS, yang kini telah menghadapi beban utang besar serta persaingan ekonomi dengan China dan negara-negara lain, akan kesulitan memenangkan apa yang disebutnya sebagai perang ekonomi melawan Iran.

Baca Juga: Pengganti Selat Hormuz, Trump Dukung Jalur Suriah untuk Angkut Minyak dan Barang

Mohibi juga mengklaim perkembangan di kawasan telah menekan cadangan strategis AS dan memengaruhi akses terhadap sejumlah bahan baku, termasuk akibat gangguan terhadap produksi dan ekspor aluminium di kawasan tersebut.

Menurut Mohibi, perkembangan itu menunjukkan bahwa tekanan ekonomi dan blokade tidak selalu menjamin kemenangan dan justru dapat menimbulkan biaya besar bagi negara yang memberlakukannya.

Baca Juga: Sejak Minggu, Serangan AS Tewaskan 18 Warga Iran dan 142 Terluka

Konflik yang sedang berlangsung bermula ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari, yang kemudian dibalas Iran dengan serangan terhadap sasaran AS dan Israel serta meningkatnya ketegangan terkait lalu lintas maritim di Selat Hormuz.

Washington juga meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran bersamaan dengan operasi militernya, dengan menjatuhkan sanksi yang menargetkan sektor minyak, pelayaran, penerbangan, teknologi, dan keuangan Iran.

Baca Juga: Sah! Kesepakatan Damai Iran-AS Sesuai Kepentingan Teheran

Pejabat Iran menyebut sanksi dan pembatasan perdagangan maritim tersebut sebagai perang ekonomi dan blokade.

Sumber: Anadolu

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ahmad Munjin
A