Kapal Induk dan Kapal Perusak AS Jadi Korban Rudal Balistik IRGC

AKURAT KALTIM - Sebuah kapal induk dan kapal perusak Angkatan Laut AS menjadi korban rudal balistik milik pasukan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran. Kedua kapal perang itu diklaim mengalami kerusakan dan mundur dari wilayah perairan.
Menurut IRGC dalam pernyataannya pada Ahad dini hari waktu setempat, yang dipublikasikan oleh kantor berita IRNA, serangan rudal ke arah kedua kapal perang AS itu dilakukan oleh unit pasukan dirgantara.
Baca Juga: Pengganti Selat Hormuz, Trump Dukung Jalur Suriah untuk Angkut Minyak dan Barang
Mereka mengklaim kapal-kapal AS tersebut telah mengganggu kapal-kapal Iran dan terlibat dalam blokade maritim. Kedua kapal perang tersebut dilaporkan meninggalkan “area pertempuran” setelah mengalami kerusakan.
IRGC juga menyampaikan bahwa Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) telah mengakui bahwa dua kapal perang Angkatan Laut mereka menjadi sasaran serangan, yang mereka sebut sebagai konfirmasi atas keberhasilan operasi tersebut.
Baca Juga: Sejak Minggu, Serangan AS Tewaskan 18 Warga Iran dan 142 Terluka
Selain itu, IRGC juga memperingatkan bahwa tindakan militer AS yang berlanjut akan memicu respons yang “lebih berat” dari angkatan bersenjata Iran.
Sebelumnya pada Sabtu, Angkatan Laut IRGC menyatakan pihaknya telah menargetkan tiga kapal tanker minyak di Selat Hormuz dan tiga kapal yang terafiliasi dengan AS di lokasi lain sebagai balasan atas serangan Amerika terhadap kapal-kapal tanker Iran.
Baca Juga: Sah! Kesepakatan Damai Iran-AS Sesuai Kepentingan Teheran
Sementara itu, CENTCOM menyatakan bahwa Iran meluncurkan rudal balistik ke arah dua kapal perang Angkatan Laut AS yang sedang berpatroli di perairan regional, tetapi kedua kapal tersebut berhasil menghindari serangan dan tidak ada personel Amerika yang terluka.
CENTCOM menambahkan bahwa pasukan AS setelahnya menyerang tiga kapal tanker minyak mentah milik Iran.
Konflik antara kedua pihak terus berlanjut sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada bulan Februari.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









