Kaltim

Pengganti Selat Hormuz, Trump Dukung Jalur Suriah untuk Angkut Minyak dan Barang

Ahmad Munjin | 4 September 2026, 08:18 WIB
Pengganti Selat Hormuz, Trump Dukung Jalur Suriah untuk Angkut Minyak dan Barang
Arsip foto - Selat Hormuz. ANTARA/Anadolu

AKURAT KALTIM - Sebagai rute alternatif Selat Hormuz, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis (3/9/2026) mendukung kemungkinan penggunaan jalur melalui Suriah. Itu demi mengangkut minyak dan barang dari kawasan Teluk Persia.

"INI LUAR BIASA!" tulis Trump di platform Truth Social.

Trump menanggapi laporan The Washington Post yang menyebut Suriah berpotensi menjadi koridor transit baru bagi minyak dan barang dari Teluk Persia dengan menghindari Selat Hormuz.

Baca Juga: Sejak Minggu, Serangan AS Tewaskan 18 Warga Iran dan 142 Terluka

Menurut laporan tersebut, sekitar 5.000 truk yang mengangkut minyak dari Teluk Persia kini telah beroperasi sepanjang waktu melintasi gurun Suriah menuju Laut Mediterania.

Suriah ingin menjadikan negaranya sebagai pusat transit bukan hanya untuk minyak dan gas, tetapi juga berbagai jenis barang lainnya, menurut laporan surat kabar tersebut pada Rabu.

Baca Juga: Sah! Kesepakatan Damai Iran-AS Sesuai Kepentingan Teheran

Selain itu, proyek Chevron senilai 5,7 miliar dolar AS (sekitar Rp100 triliun) yang didukung pemerintahan Trump mencakup pembangunan pipa minyak dari Basrah, Irak, menuju Pelabuhan Baniyas di Suriah.

Pipa tersebut diproyeksikan memiliki kapasitas sekitar 2 juta barel minyak per hari. Minyak kemudian dapat dikirim melintasi Laut Mediterania, menurut laporan tersebut.

Baca Juga: Usai Beri Sanksi Ekonomi, AS Masuki Tahap Akhir Konflik dengan Iran

Pada 1 September, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan Selat Hormuz akan kehilangan statusnya sebagai jalur perdagangan penting dalam dua tahun dan menjadi jalur air yang "tidak berharga".

Sumber: Sputnik

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ahmad Munjin
A