Kaltim

Iran Ancang-Ancang untuk Perang Berskala Penuh

Ahmad Munjin | 24 Agustus 2026, 12:20 WIB
Iran Ancang-Ancang untuk Perang Berskala Penuh
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. ANTARA/Anadolu/Iranian Presidency

AKURAT KALTIM - Iran saat ini dinyatakan sedang menghadapi "perang berskala penuh" di bidang ekonomi, militer, dan keamanan. Pemerintah pun berkomitmen penuh untuk mengatasi seluruh kesulitan tersebut.

"Kami sedang menghadapi perang ekonomi, militer, dan keamanan berskala penuh," kata Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam pidato yang disiarkan kantor berita milik Iran, IRNA, pada Minggu (23/8/2026).

Baca Juga: Iran Pastikan Sanksi Ekonomi Baru AS Bakal Gagal

Pernyataan itu disampaikan Pezeshkian menyatakan hal itu untuk menanggapi ancaman sanksi ekonomi terbaru yang disampaikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

"Trump dengan mudah mengatakan AS akan menjatuhkan sanksi paling berat atau paling mengerikan kepada Iran," tambahnya.

Baca Juga: Posisi Kuat dan Bermartabat, Iran: Saatnya Akhiri Perang dengan AS

Pezeshkian menegaskan Iran tetap berdiri teguh dan berusaha melayani masyarakat di tengah situasi perang yang tidak seimbang, sekaligus menolak anggapan musuh bahwa Iran akan runtuh akibat tekanan eksternal.

"Musuh menilai jika Iran jatuh, maka negara ini akan menjadi seperti Venezuela. Hal itu tidak terjadi, Iran justru menjadi kekuatan yang mengagumkan lewat perlawanan dan solidaritas," tegas Pezeshkian.

Baca Juga: Menkeu AS ‘Spill’ Sanksi Ekonomi Terberat dalam Sejarah Iran

Pemerintah Iran juga terus bekerja keras menjaga persatuan nasional guna menghindari perpecahan internal di tengah eskalasi tekanan ekonomi dan keamanan yang kian meningkat.

Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman pada Juni, lewat mediasi Pakistan dan Qatar, untuk mengakhiri permusuhan yang dimulai pada Februari. Dalam kesepahaman itu, keduanya sepakat untuk melanjutkan negosiasi menuju kesepakatan akhir.

Baca Juga: Bantu Angkatan Darat AS, Iran Peringatkan Negara Asia Barat

Namun, ketegangan kedua negara kembali memuncak setelah perundingan tindak lanjut nota kesepahaman antara Iran dan AS menemui jalan buntu akibat perselisihan skema navigasi di Selat Hormuz.

Sumber: Anadolu

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ahmad Munjin
A